Aceh Utara, 12 Februari 2025 – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (HIMADIKIA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Kimia Pendidikan V dengan tema “Tren Pendidikan Kimia Internasional: Mengintegrasikan Potensi Lokal Aceh dalam Riset dan Inovasi Kurikulum”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung A 02.03 FKIP Universitas Malikussaleh dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa Pendidikan Kimia.
Kuliah tamu ini menjadi salah satu agenda akademik HIMADIKIA yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan pendidikan kimia di tingkat global. Di era globalisasi dan transformasi digital, pendidikan kimia tidak lagi hanya berfokus pada konsep teoretis dan eksperimen laboratorium, tetapi juga pada pendekatan kontekstual, inkuiri berbasis riset, serta integrasi inovasi digital dalam kurikulum.
Dalam pemaparan materi, narasumber menyoroti pentingnya mengaitkan tren internasional pendidikan kimia dengan potensi lokal yang dimiliki daerah, khususnya Aceh. Kekayaan sumber daya alam, budaya, serta kearifan lokal dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan konteks penelitian dan pengembangan kurikulum pembelajaran kimia yang relevan dan berkelanjutan.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan sesi kuliah umum, tetapi juga mini workshop yang mendorong mahasiswa untuk memetakan potensi lokal Aceh sebagai bahan kajian riset dan inovasi pembelajaran. Melalui diskusi interaktif, mahasiswa diajak berpikir kritis dan kreatif dalam merancang pembelajaran kimia yang berorientasi global namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal.
Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman mahasiswa terhadap tren pendidikan kimia global serta tumbuhnya motivasi untuk mengembangkan ide riset berbasis potensi lokal. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan narasumber dalam bidang penelitian serta pengembangan kurikulum pendidikan kimia.
Ketua Panitia, Ulfia Khaira, menyampaikan harapannya agar kuliah tamu ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun calon guru kimia yang berwawasan internasional namun tetap berpijak pada identitas lokal. “Kami berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan potensi Aceh ke dalam inovasi kurikulum dan riset pendidikan kimia yang berdampak luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, HIMADIKIA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan forum akademik yang inspiratif dan relevan, guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan kimia di lingkungan Universitas Malikussaleh.



